Solusi Terbaik Pendidikan Di Masa Pandemi Global

0
410
Saat ini di dunia di kejutkan mewabah suatu penyakit yang di sebabkan oleh suatu virus yang banyak di sebut “Corona”. Virus ini di sinyalir mewabah tanggal 31 desember 2009 di Negara Cina saat ini virus Corona sudah menyebar di seluruh dunia dengan sangat cepat. Ratusan ribu manusia terpapar virus ini, dan puluhan ribu orang yang meninggal karena virus ini banyak Negara Negara maju yang memiliki kasus paling banyak warganya yang terkena Corona diantaranya Amerika,Itali,Spanyol Dll.
Penularannya lewat kontak fisik yang tidak bisa di hindari, obat penawarnya sampai detik ini belum di temukan dan membludaknya jumlah pasien Covid menyebabkan kematian yang paling tinggi di rumah sakit. Rumah sakit dan para medis kewalahan menangani banyaknya pasien yang terkena Covid sehingga banyak pasien yang tidak di tangani dengan baik
Rumitnya penanganan wabah ini membuat pemimpin dunia memutuskan untuk membuat kebijakan yang super ketat untuk memputus rantai penyebaran covid. Social distancing menjadi pilihan yang sangat berat bagi setiap Negara dalam menerapkan kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid.
Kebijakan social distancing mempunyai efek negative bagi setiap manusia di seluruh dunia salah satunya di bidang pendidikan, keputusan pemerintah yang tiba tiba meliburkan atau memindahkan proses belajar dari sekolah ke rumah.
Ketidaksiapan sekolah melaksanakan pembelajaran online menjadi factor utama kekacauan ini, walau sebenarnya pemerintah memberikan solusi lain dalam memberika penilaian terhadap siswa untuk sebagai syarat untuk siswa kenaikan atau kelulusan dari lembaga pendidikan disaat situasi darurat ini.
Peralihan cara pembelajaran ini memaksa berbagai pihak untuk mengikuti alur di sekitarnya bisa di tempuh agar pembelajaran dapat berlangsung. Dan yang menjadi pilihan adalah dengan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran daring. Banyak factor yang menghambat terlaksana efektivitas pembelajaran daring dengan lain:
1.Pengusaan Teknologi yang sangat rendah
Tidak semua guru menguasai teknologi masih banyak guru di Indonesia buta akan teknologi, tapi tidak menutup kemungkinan jika guru di Indonesia belajar tentang penggunaan teknologi akan pandai menggunakan teknologi. Keadaan yang sama dengan muridnya hanya saja tidak semua murid mempunyai smartphone.
2. Sarana Dan Prasarana
Kepemilikan perangkat pendukung teknologi juga menjadi masalah tersendiri. Bukan rahasia umum bahwa kesejahteraan guru di Indonesia masih sangat rendah, jangankan untuk memenuhi hal hal tersebut, untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sajapun masih banyak yang susah.
Hal yang sama terjadi juga dengan siswa karna tidak semua orang tua mampu memberikan teknologi untuk anak anaknya. Bahkan kalaupun mereka mempunya fasilitas namun mereka tidak menggunakannya untuk pembelajaran online karena ketidak tahuan orang tua dalam membimbing anak anaknya untuk memanfaatkan teknologi yang di miliki.
3. Jaringan internet
Pembelajaran online tidak lepas dari penggunaan jaringan internet. Tidak semua sekolah sudah terkoneksi internet sehingga guru-gurunya pun tidak terbiasa memanfaatkan internet. Kalaupun menggunakan data selullar tidak jarang jaringannya tidak stabil karena letak geografisnya jauh dari lingkarang internet.
4. Biaya
Jaringan internet yang sangat di butuhkan dalam pembelajaran online menjadi masalah tersendiri bagi guru dan siswa. Kuota yang di beli menjadi melonjak dan banyak diantara guru dan orang tua siswa yang tidak siap menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet.
Metode pembelajaran online ini sudah bukan hal yang baru, sebab beberapa Negara terutama Negara maju kegiatan ini sudah terbiasa. Proses di peguruan tinggi apalagi, tidak hanya di luar negri namun di Indonesia juga sudah di laksanakan, hanya saja untuk pembelajaran tingkat SD sampai dengan SMA belum begitu popular sehingga di perlukan persiapan dengan sungguh sungguh agar bisa berjalan dengan baik.
Seluruh masyarakat di Dunia berharap pandemi ini berakhir. Agar para siswa di dunia dan universitas kembali mendapatka ilmu yang lebih matang dan bisa belajar dengan cara bertatap muka dengan guru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here