Sekilas Tentang Imperialisme Di Indonesia

0
435

 

Dalam berbagai Narasi dan Dalam catatan sejarah, bangsa Indonesia telah banyak mengalami pahit getirnya penjajahan sejak ratusan tahun yang lalu . Sejarah membuktikan bahwa bangsa Indonesia telah dijajah oleh Belanda selama tiga setengah abad dan dijajah oleh bangsa Jepang selama tiga setengah tahun, sebelum akhirnya merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, sumber daya alam Indonesia diambil dan dikeruk oleh bangsa penjajah, rakyatnya disiksa, dan wilayahnya diduduki secara paksa.

Namun demikian, sejak adanya kesepakatan global yang tertuang dalam Piagam PBB yang menegaskan bahwa penjajahan dihapuskan dari muka bumi dan setiap negara tidak boleh menginvasi, mengagresi, menduduki, dan menjajah negara lain, maka negara-negara Barat berupaya mencari cara lain untuk tetap menguasai wilayah Indonesia yang kayak akan sumber kekayaan alam dan hasil bumi lainnya. Negara- negara asing meyakini bahwa Indonesia merupakan negara yang strategis dan potensial sehingga harus dikuasai, ditaklukan, dan diduduki.

Cara lain yang dilakukan oleh negara-negara asing tersebut adalah menguasai tidak secara fisik, namun menguasai secara non fisik. Penguasaan secara fisik dengan menduduki wilayah Indonesia sudah relatif sulit dilakukan, maka cara lain adalah dengan memasukan perusahaan multinasional, investor asing, maupun produk-produk asing agar masuk ke wilayah Indonesia. Perusahaan multinasional masuk ke wilayah Indonesia untuk melakukan eksplorasi baik di bidang pertambangan, energi, perkebunan, perikanan, pertanian dan lain-lain. Investor asing melakukan pentrasi melalui bantuan modal, hibah, hutang luar negeri, maupun membeli saham-saham perusahaan nasional. Produk-produk asing membanjiri pasar dalam negeri dan memonopoli pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

Kehadiran perusahaan multinasional, kedatangan investor asing, dan derasnya produk-produk asing masuk ke pasar domestik telah mengancam perusahaan nasional, merugikan investor domestik, dan menghantam produk-produk dalam negeri. Pelaku ekonomi asing menjadi pemain / tuan yang memainkan peran dominan di dalam perekonomian nasional. Para pelaku ekonomi domestik menjadi penonton dan tamu di dalam perekonomian nasionalnya sendiri. Inilah yang dinamakan dengan imperalisme ekonomi, yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia.

Penjajah asing masuk ke wilayah Indonesia tidak dengan muka lama lagi, melainkan memakai muka baru yang lebih jitu dan mematikan. Imperalis hadir di bumi pertiwi tidak secara fisik dengan kehadiran serdadu, pendeta, dan pedagang (teori gold, glory dan gospel), melainkan dalam kemasan perusahaan multinasional, investor asing, dan produk- produk asing, yang tentunya sangat membahayakan struktur perekonomian nasional. Penguasaan ekonomi ini tentunya sangat erat dengan penguasaan budaya, dimana hati dan jiwa masyarakat Indonesia sudah direbut oleh imperalis asing, sehingga mind set dan culture set masyarakat Indonesia sudah cenderung berkiblat ke imperialis asing. Apabila hati dan jiwa sudah dikuasai asing, maka dengan sukarela seluruh isi perut bangsa Indonesia dapat dikuasai oleh asing tanpa adanya perlawanan sedikitpun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here